1 Perbandingan Kelebihan dan Kekurangan Standar Audit Sistem Informasi. 2. A) Audit sistem informasi adalah suatu upaya penghimpunan dan juga penilaian berbagai bukti agar bisa menentukan apakah sistem informasi yang digunakan pada sebuah perusahaan mampu mengamankan aset, menjaga integritas data, dan mampu mendorong perusahaan Bagikamu yang ingin mengembangkan bisnis ke pasar internasional, bisa coba menggunakan marketplace untuk berjualan. 2. Kepercayaan Pelanggan Lebih Tinggi. Kelebihan dari marketplace selanjutnya, yakni tingginya kepercayaan pelanggan. Sebab, marketplace sudah banyak digunakan orang untuk berbelanja karena dinilai lebih praktis dan aman. CukupRumit untuk Digunakan. Sisi kompleksitas yang terdapat pada sistem SAP membuatnya cukup sulit untuk digunakan oleh para pemula. Demikianlah beberapa kelebihan dan kekurangan SAP. Bagi Anda yang tertarik untuk menggunakan perangkat lunak ini, percayakan saja pada Soltius Indonesia. Soltius akan memberi solusi terbaik terkait dengan SAP. TeoriTeori Manajemen | Kelebihan dan Kekurangannya - Hallo sahabat Magister Akuntansi , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Teori Teori Manajemen | Kelebihan dan Kekurangannya , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Manajemen , yang kami tulis ini Terlebihjurusan manajemen ini menjadi salah satu jurusan yang paling dicari. Jadi gak memungkiri kalau jurusan ini punya banyak kelebihan. Di bawah ini adalah deretan pembahasan dari jurusan manajemen, antara lain. 1. Membentuk pribadi yang ulet dan teliti. 2. Mampu membuatmu berkomunikasi dengan baik. 3. P14lR. Kelebihan dan Kelemahan Pemodelan Manajer yang menggunakan model matematika bias mendapatkan manfaat melalui hal-hal berikut pemodelan dapat menjadi pengalaman belajar Proses simulasi memungkinkan sejumlah besar alternative dapatdipertimbangkan dengan cara memberikan kemampuan untuk mengevaluasidampak keputusan dalam waktu yang memberikan kemampuan prediksi pandangan ke masa yang akan datangyang tidak dapat diberikan oleh metode penyedia informasi tidak semahal upaya uji coba. Kelebihan pemodelan ini dapat berkurang karena dua kelemahan dasar, yaitu untuk membuat model sistem bisnis akan menghasilkan model yangtidak mencakup semua pengaruh terhadap matematis tingkat tinggi dibutuhkan untuk merancang model yanglebih kompleks. Selain itu, kemampuan semacam ini juga diperlukan untuk menginterprestasikan output dengan baik. PEMODELAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN LEMBAR KERJAELEKTRONIK Terobosan teknologi yang memungkinkan para pemecah persoalan untuk menyususnmodel matematika dan tidak sekedar hanya mengandalkan spesialis informasi atauilmuwan manajemen adalah lembar kerja elektronik. Pemodelan Statis Baris dan kolom dari lembar kerja elektronik membuatnya ideal untuk digunakan dalam model statis. Model ini merupakan model yang amat sederhana, dimana satu-satunya matematika yang dibutuhkan adalah pengurangan pengeluaransebenarnya dari pengeluaran yang dianggarkan untuk menghasilkan varian. Pemodelan Dinamis Lembar kerja sangat sesuai digunakan sebagai model dinamis. Model ini jugamerupakan model yang sangat sederhana, dengan kas akhir dihitung denganmenambahkan kas di awal dan kas masuk lalu mengurangi kas keluar. Permainan”Bagaimana Jika” Lembar kerja ini juga berguna untuk memainkan permainan ”bagaimana jika”,di mana pemecah masalah memanipulasi satu atu lebih variabel untuk melihatdampak dari hasil simulasi. Model Lembar Kerja Ketika menggunakan lembar kerja sebagai model matematika, penggunadapat memasukkan data atau membuat perubahan secara langsung pada sel-sel lembar kerja atau dapat menggunakan antarmuka pengguna grafis. Antarmuka dapatdipersiapkan menggunakan bahasa pemrograman seperti Visual Basic dankemungkinan besar membutuhkan keahlian seorang spesialis informasi. KECERDASAN BUATAN Kecerdasan buatan artifical intelligence - AI adalah aktivitas penyediaan mesinseperti komputer dengan kemampuan untuk menampilkan perilaku yang akan dianggapsama cerdasnya dengan jika kemampuan tersebut ditampilkan oleh manusia. AI Bibit AI pertama kali disebar hanya du tahun setelah General Electric menerapkankomputer yang pertama kali digunakan untuk penggunaan bisnis. Tahun itu adalahtahun 1956, dan istilah kecerdasan buatan pertama kali dibuat oleh John McCarthysebagai tema suatu konferensi yang dilaksanakan di Dartmouth College. Pada tahunyang sama, program komputer AI pertama yang disebut Logic Theorist, logic theorist yang terbatas untuk berfikir mendorong para ilmuwanuntuk merancang program lain yang disebut General Problem Solver GPS, yangditujukan untuk digunakan dalam memecahkan segala macam masalah. Proyek initernyata membuat para ilmuwan yang pertama kali menyusun program ini kewalah,dan riset AI dikalahkan oleh aplikasi-aplikasi komputer yang tidak terlalu ambisisusseperti SIM dan DSS. Namun seiring waktu, riset yang terus-menerus akhirnyamembuahkan hasil, dan AI telah menjadi wilayah aplikasi komputer yang solid. AI AI diterapkan di dunia bisnis dalam bentuk  Sistem Pakar Adalah program komputer yang berusaha untuk mewakili pengetahuankeahlian manusia dalam bentuk heuristik. Heuristik adalah aturan yang menjadi patokan atau aturan untuk menebak dengan baik. Sistem pakar dirancang oleh spesialis informasi yang sering kali disebut insnyur pengetahuan knowledge engineer yang mmemiliki keahlian khususdalam bidang kecerdasan buatan.  Jaringan Saraf TiruanJaringan saraf tiruan meniru fisiologi otak manusia. Jaringan inimampu menemukan dan membedakan pola, sehingga membuatnya amat berguna dalam bisnis di wilayah pengenalan suara dan pengenalankarakter optis  Alogaritme Genetik Alogaritme genetik menerapkan proses ”yang terkuat yang selamat” untuk memungkinkan para pemecah masaalah agar menghasilkan solusi masalahyang semakin lebih baik.  Agen CerdasAgen cerdas digunakan untuk melakukan tugas yang berkaitan dengankomputer yang berulang-ulang. Tarik Sistem Pakar Sistem pakar menawarkan kemampuan yang unik sebagai sistem pendukungkeputusan.  Sistem pakar memberikan kesempatan untuk membuat keputusan yangmelebihi kemampuan seorang manajer.  Sistem pakar tersebut dapaat menjelaskan alasannya hingga menuju kesuatu keputusan. Sering kali, penjelasan mengenai nagaimana solusitersebut dicapai lebih barharga dibandingkan solusi itu sendiri. Sistem Pakar Sistem pakar terdiri atas 4 bagian utama, yaitu  Antarmuka PenggunaAntar muak pengguna memungkinkan manajer untuk memasukkaninstruksi dan informasi ke dalam sistem pakar dan menerima informasidari sistem tersebut. Instruksi ini menentukan parameter yang Manajemen Kinerja, Apa itu? Sebenarnya, manajemen dan kinerja memiliki pengertian sendiri-sendiri. Manajemen berarti pengaturan, sedangkan kinerja memiliki maknanya sendiri. Untuk penjelasan yang lebih detail, berikut merupakan beberapa penjelasan mengenai manajemen dan kinerja dalam satu kesatuan. Pengertian Kinerja Kinerja merupakan hasil yang hendak dicapai, terutama oleh pihak individu, yang ditetapkan berdasarkan peraturan yang berlaku, didasarkan pada bentuk pengerjaan yang tengah dilakukan. Mangkunegara, sebagai ahli yang menggeluti bidang ini, mengatakan bahwa kinerja adalah hasil pekerjaan yang telah dihasilkan oleh seorang pegawai, guna mencapai tujuan yang diinginkan. Setelah mengetahui pengertian kinerja, kini dilanjutkan dengan keterangan mengenai manajemen kinerja dalam bentuk yang padu. Secara umum, dapat diambil pengertian bahwa ia merupakan kegiatan yang digunakan untuk memastikan untuk mencapai tujuan, dengan cara yang efektif, efisien dan konsisten. Selain itu, diterangkan pula bahwa makna dari performance management ini adalah kegiatan yang dilakukan untuk memastikan bahwa sasaran dan target perusahaan atau organisasi terpenuhi secara berkelanjutan. Kegiatan tersebut dimulai dari tahap proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan terakhir evaluasi kinerja perangkat atau pihak input-output. Terdapat beberapa ahli maupun cendekiawan yang menerangkan makna dari konsep tersebut. Diantaranya adalah Bacal, yang menerangkan bahwa manajemen kinerja merupakan komunikasi yang dilakukan oleh karyawan dengan pihak pengelola organisasi atau perusahaan secara langsung. Proses tersebut mencakup berbagai kegiatan untuk menumbuhkan harapan serta pemahaman yang jelas akan bentuk pekerjaan yang harus dilakukan. Amstrong juga menerangkan konsep tersebut pada tahun 2004. Menurutnya, ia adalah pendekatan strategis serta terpadu dan berkelanjutan, guna memberikan keberhasilan pada pihak organisasi atau perusahaan. Caranya dengan meningkatkan kinerja pegawai di dalam perusahaan tersebut, untuk kemudian dikembangkan kemampuan tiap individu serta pihak pengembang. Pengertian yang berbeda diberikan oleh Castello, ia mengungkapkan bahwa Manajemen kinerja merupakan dasar seta kekuatan yang mendorong segala keputusan organisasi, usaha yang harus dilakukan serta pengalokasian sumber daya dari belakang. Schwarz menjelaskan bahwa konsep tersebut memiliki arti sebagai Gaya manajerial yang dasarnya merupakan komunikasi secara langsung dan terbuka, antara manajer dengan karyawan, mencakup pencapaian yang hendak dicapai, umpan balik antar kedua belah pihak, serta penilaian kinerja. Tujuan Manajemen Kinerja Karyawan Terdapat beberapa tujuan dari manajemen kinerja pada karyawan atau pegawai. Diantaranya sebagi berikut. Tujuan sinergik Tujuan tersebut berkaitan dengan berbagai kegiatan karyawan dengan fokus utama berupa tujuan organisasi ataupun perusahaan. Dalam jalannya aktifitas tersebut, membutuhkan definisi tujuan dan hasil yang hendak dicapai, perilaku, pengembangan serta hubungan timbal balik kinerja yang dilakukan karyawan. Serta strategi yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan administratif Dalam tujuan ini, informasi mengenai menajerial kinerja diberikan, khususnya sebagai bentuk evalusi kinerja pegawai. Hal tersebut berguna untuk keperluan administratif, promosi, pemberhentian karyawan serta evaluasi. Tujuan pengembangan Merupakan kegiatan yang dilakkan untuk mengembangkan kemampuan karyawan yang telah berhasil mencapai bidang kerjanya. Berupa pemberian pelatihan untuk karyawan dengan kinerja yang kurang, serta menempatkannya pada posisi yang dianggap cocok dan sesuai dengan keahlian mereka. Tiga hal tersebut merupakan tujuan dari manajemen kinerja secara umum. Secara khusus, terdapat beberapa tujuan, diantaranya adalah Mendapatkan peningkatan kerja secara berkelanjutan Fokus pada atribut serta kompetensi yang diperlukan oleh organisasi Pemberdayaan karyawan; berupa landasan untuk memberikan imbalan dan penalti Membuat kesepakatan antara pihak manajer dengan karyawan untuk rencana pengembangan organisasi Tahapan Manajemen Kinerja Ada beberapa tahapan manajerial kerja yang harus dilakukan guna memenuhi kualifikasinya. Terdapat empat tahap yang harus dilakukan secara berurutan, terus menerus dan melibatkan pihak manajer dengan karyawannya. Directing / planning Tahap ini merupakan tahap dimana perilaku kerja karyawan di identifikasi berdasarkan basi atau dasar kompetensinya. Planning atau perencanaan diisi dengan pengarang yang bersifat praktis guna merencanakan target yang hendak dicapai, kapan waktu yang tepat serta bantuan apa yang sekiranya perlu diberikan. Target memiliki sifat yang realistis, bisa dicapai, tidak terlalu tinggi ataupun rendah, serta jelas sasaran dan rentang waktunya pencapaiannya. Sebuah target pun harus jelas apa yang hendak dicapai, bagaimana langkah mencapainya, serta terukur dan dapat dipahami keberhasilannya oleh orang lain. Managing / Supporting Tahap kedua dari manajemen kinerja ini berfokus pada penerapan monitoring ataupun manajerial pada proses jalanya kerja organisasi. Berfokus pada dukungan, pengendalian, serta pengaturan agar tetap sesuai rencana yang telah ditetapkan. Ketetapan tersebut didapatkan dari kriteria maupun proses kerja yang sesuai dengan prosedur. Review / appraising Dalam tahap ini, utamanya merupakan kerja-kerja evaluasi. Review dilakukan dengan melakukan pengulangan ulasan kinerja yang dilaksanakan pegawai sebelumnya. Kemudian, kinerja diukur dan dinilai. Pada tahan review, terdapt data yang harus mendukung argumen dan manajer sebagai evaluator, harus bertindak secara objektif. Developing / rewarding Fokus dalam tahap ini terletak dalam pengembangan serta penghargaan pada kinerja yang telah dilakukan oleh karyawan. Hasi evalusasi menjadi penentu dalam tahap ini, serta keputusan apa yang hendak di ambil selanjutnya oleh pihak evaluator. Keputusan tersebut memiliki hasil berupa langkah perbaikan, pemberian penghargaan, penetapan anggaran, ataupun melanjutkan kinerja yang telah dilakukan sebelumnya. Proses Manajemen Kinerja Manajemen kinerja memiliki beberapa proses dalam pelaksanaannya, sehingga ia tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Tata cara yang sesuai tersebut, kemudian akan memberikan hasil akhir yang lebih maksimal dan dapat dirasakan manfaatnya. Masukan Manajerial kinerja perusahaan memerlukan berbagai masukan, baik input maupun output, yang berguna untuk meraih tujuan serta bersinergi dengan oganisasi ataupun perusahaan. Beberapa masukan yang diperlukan diantaranya adalah sumber daya manusia, modal,material, metode dan mekanisme kerja, hingga peralatan dan teknologi guna menunjang kinerja kayawan. Sebagai sebuah konsep, manajerial kinerja memerlukan masukan berupa kapabilitas dan kemampuan kerja SDM yang telah mereka rekrut, baik sebagai seorang individu maupun kumpulan kelompok. Kapabilitas tersebut dapat dilihat dari pengetahuan, kompetensi, keterampilan dan skill lainnya. Proses Selanjutnya merupakan proses. Proses sendiri berawal dari perencanaan tentang bagaimana mencapai tujuan yang hendak dicapai oleh perusahaan tersebut. Selain itu, dalam proses, dirancang pula sumber daya maupun aktivitas penunjang yang bisa membantu meraih tujuan tersebut. Dalam manajemen kinerja, proses penilaian serta pengkajian ulang keputusan yang telah diambil, maupun langkah yang telah diambil, ditinjau dan dievaluasi ulang, guna mengetahui apakah proses tersebut memang sesuai untuk meraih tujuan yang sebelumnya telah ditetapkan. Proses seharusnya dilakukan secara jujur untuk menghindari berbagi hal yang sekiranya akan merugikan perusahaan kedepannya. Keluaran Keluaran merupakan hasil praktis yang didapatkan dari kinerja yang telah dilakukan perusahaan maupun organisasi, baik dalam bentuk barang jadi maupun jasa. Hasil tersebut kemudian harus dibandingkan dengan tujuan yang telah ditetapkan, untuk dilihat apakah keluaran yang dihasilkan sudah sesuai, lebih rendah ataupun lebih tinggi dari tujuan tersebut. Apabila lebih rendah, maka diperlukan evaluasi agar kinerja yang akan datang membaik. Umpan balik atau feedback akan berkontribusi dalam perencanaan ulang tujuan, serta guna mengimplementasikan kinerja yang telah dilakukan oleh karyawan dan manajer. Manfaat Proses terakhir dari manajemen kinerja adalah pengambilan manfaat. Dampak atau manfaat yang telah dihasilkan harusnya memberikan dampak yang positif terhadap kinerja atau pengembangan organisasi. Misalnya, keberhasilan karyawan dalam mencapai target yang telah ditetapkan, akan meningkatkan motivasi agar kinerja perusahaan semakin tinggi. Namun, dalam permisalan yang disebutkan sebelumnya, terdapat dampak negatif yang akan mengikuti, apabila karyawan tidak berada di lingkungan yang kondusif, yakni sombong hati, semaunya sendiri serta bermalas-malasan sebab telah berhasil mencapai target. Karena itu, lingkungan kerja yang positif dan saling mendukung diperlukan untuk memberikan manfaat yang lebih maksimal. Aspek Kinerja Terdapat beberapa aspek dari kinerja yang harus ada, guna hasil yang lebih optimal. Menurut Blumenthal dalam karyanya di tahun 2003 mengenai aspek kinerja, ia menjelaskan bahwa peningkatan suatu kerja merupakan hasil dari perbaikan aspek. Aspek tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut. Stabilitas organisasi Stabilitas dalam organisasi ini memiliki makna bahwa apapun yang terkait dengannya. Memberikan layanan secara konsisten diberikan oleh organisasi tersebut, serta dihantarkan dengan baik pada pelanggan secara berkelanjutan. Stabilitas finansial Dalam manajemen kinerja, stabilitas ini terkait dengan kemampuan organisasi untuk memenuhi berbagai kewajiban jangka pendek, ataupun jangka panjang untuk beberapa kasus tertentu. Misalnya, organisasi ataupun perusahaan mampu membayar tagihan berbagai produk yang mereka gunakan. Dalam pembangunan kapasitas, stabilitas finansial merupakan hal ynag penting untuk diperhatikan. Kualitas program Baik berupa produk maupun layanan, kualitas program pada suatu organisasi didasarkan pada dampak yang telah dihasilkan. Termasuk dalam hal tersebut program mana yang sekiranya efektif, serta sistem pengeluaran seperti apa yang harusnya di adaptasi oleh organisasi tersebut. Pertumbuhan organisasi Pertumbuhan ini dapat dilihat dari perkembangan perusahaan atau organisasi untuk mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan. Kemudian dilanjutkan dengan menyediakan lebih banyak produk keluaran, baik jasa maupun produk fisik. Secara umum, pertumbuhan organisasi tidak terikat dengan indikator kinerja karyawan. Manfaat Manajemen Kinerja Manajemen kinerja seharusnya memberikan dampak positif, bermanfaat, tidak hanya untuk karyawan, manajer, ataupun perusahaan dan organisasi itu sendiri. Manfaat tersebut didapatkan dengan proses manajerial yang baik, serta kinerja karyawan yang berperan penting dalam peningkatan produk ataupun jasa yang sebelumnya telah ditargetkan. Manfaat manajerial kinerja, secara umum, dibagi dalam tiga bagian, yakni manfaat bagi individu, organisasi serta manajer maupun atasan. Untuk organisasi Bagi organisasi maupun perusahaan, manajerial kinerja karyawan bermanfaat sebagai referensi untuk menyesuaikan tujuan organisasi dengan tujuan yang telah ditargetkan untuk tim maupun individu, guna meningkatkan kinerja karyawan pada umumnya. Selain itu, dengan lingkungan kinerja yang baik, komitmen antara karyawan dengan organisasi akan semakin tinggi. Manfaat lainnya adalah mendukung program perubahan budaya dan kultur di tempat kerja agar kondusif dan tidak stagnan. Ia juga bermanfaat untuk mendasarkan perencanaan karir tiap karyawan di depannya, meningkatkan keterampilan karyawan, serta sebagai upaya untuk terus meningkatkan dan mengembangkan keadaan organisasi. Bagi manajer atau atasan Selanjutnya merupakan manfaat manajemen kinerja bagi atasan atau manajer. Sebagai pihak evaluator dan pengawas, manfaat yang diterima oleh manajer terkait dengan manajerial kerja karyawannya adalah pengklasifikasian kinerja serta eksitasi perilaku dari karyawannya. Dengan demikian, ia mampu memberikan penilaian yang efektif kedepannya. Dalam manajerial karyawan tersebut, manajer juga bisa memberikan imbalan non-finansial kepada bawahannya, menawarkan peluang penggunaan waktu yang lebih berkualitas, serta upaya untuk memotivasi semangat dan kinerja tim maupun individu. Manajer juga bisa membuat kerangka kerja yang berguna untuk meninjau ulang kompetensi dan kinerja karyawannya. Manfaat untuk karyawan Bagi karyawan terdapat manfaat yang bisa diambilnya dari manajerial karyawan. Misalnya untuk mendapatkan informasi mengenai peran serta tujuan yang harus dicapai, mendukung dan mendorong kinerja karyawan lain serta lingkungan tempat kerja. Karyawan juga dapat memanfaatkan peluang kerja untuk peluang memanfaatkan waktu yang lebih berkualitas, mengembangkan kinerja dan skillnya, serta membantunya untuk fokus mencapai tujuan. Talenta by MekariSoftware Manajemen Kinerja Terbaik Talenta adalah salah satu merk HRIS human resources information system, yakni software perangkat lunak untuk manajemen sumber daya manusia. Software HRIS biasanya bertujuan mengurangi beban kerja administrasi di bidang penggajian, perpajakan karyawan, absensi, dan performance appraisal. Dengan aplikasi penilaian kinerja karyawan dari Talenta, HR akan lebih mudah dalam mereview kinerja karyawan secara objektif karena tersedianya berbagai metode review komprehensif dari Talenta. Benefit lainnya dapat Anda temukan pada link berikut Sehingga hadirnya Talenta by Mekari memberikan solusi dengan menghadirkan aplikasi HRD yang dapat diakses secara online juga dilengkapi dengan KPI dashboard yang akan semakin mempermudah HR dalam memantau kinerja karyawan sudah sejalan dengan tujuan perusahaan. Untuk lebih lengkapnya Anda dapat mengunjungi link berikut Talenta menggunakan business model managed subscription, jadi anda berlangganan secara tahunan ke Talenta untuk menggunakan software ini. Tidak bisa bayar sekali didepan lalu pakai selamanya. Selain itu, semua data yang ada di dalam aplikasi Talenta by Mekari akan terjamin keamanannya, karena kami memiliki kualitas keamanan standar ISO 27001 yang setara dengan bank. Talenta juga menggunakan teknologi enkripsi sehingga data-data yang tersimpan tidak akan dapat dilihat oleh pihak yang tidak berwenang. Fitur Talenta by Mekari Berikut beberapa fitur utama yang dapat membantu HR dalam mengelola sumber daya manusia suatu perusahaan. Software attendance management untuk mengelola cuti, absen, jadwal shift kerja, perhitungan lembur dan timesheet karyawan. Aplikasi absensi online untuk mengelola kehadiran karyawan tanpa perlu menggunakan mesin fingerprint. Aplikasi HRIS untuk mengelola database karyawan, proses rekrutmen hingga manajemen aset. Software payroll untuk melakukan penggajian lebih efisien dengan perhitungan yang akurat dan cepat. Aplikasi slip gaji untuk mengelola slip gaji karyawan dengan lebih aman dan mudah diakses kapan saja dan dimana saja. Dengan fitur – fitur ini, HR dapat mengelola rekrutmen karyawan dengan lebih mudah, mulai dari job listing, penjadwalan interview, hingga onboarding hanya dalam satu aplikasi yang terintegrasi dan berbasis online. Tertarik mencoba Talenta secara gratis? Kunjungi sekarang juga! KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SISTEM MANAJEMEN BASIS DATAa Kelebihan Sistem Manajemen Basis Data1. Kecepatan dan Kemudahan SpeedDalam menggunakan basis data pengambilan informasi dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Basis data memiliki kemampuan dalam mengelompokkan, mengurutkan bahkan perhitungan dengan matematika. Dengan perancangan yang bernar, maka penyajian informasi akan dapat dilakukan dengan cepat dan Kebersamaan PemakaiSebuah basis data dapat dilakukan oleh banyak pengguna dan banyak aplikasi. Untuk data data yang diperlukan oleh banyak orang atau bagian tidak perlu dilakukan pencatatan di masing masing bagian, tetapi cukup dengan satu basi data untuk dipakai Pemusatan Kontrol DataPengontrolan pada data cukup dilakukan di satu tempat saja. Jika ada perubahan data maka tidak perlu mengupdate semua di masing – masing bagian tetapi bisa di satu basis data Efisiensi Ruang Penyimpanan SpaceDengan pemakaian bersama kita tidak perlu menyediakan tempat penyimpanan di berbagai tempat penyimpanan di berbagai tempat, tetapi cukup satu saja sehingga ini akan mengehemat ruang penyimpanan data yang dimiliki oleh sebuah organisasi. Dengan teknik perancangan data yang benar, kita akan menyederhanakan penyimpanan sehingga tidak semua data harus Keakuratan Accuracy Kelebihan dan Kekurangan Penerapan Sistem Informasi Manajemen Tugas Individu Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen Dosen Dr. Ir. Arif Imam Suroso, CS. Disusun Oleh Arif Harmano 2015 PENDAHULUAN Latar Belakang Pengembangan teknologi informasi hari ini begitu masif dan cepat. Kemudahan-kemudahan yang di hasilkan dalam pengembangan teknologi informasi ini membuat seluruh proses yang tadinya berbelit-belit dan panjang dapat di pangkas dalam waktu yang relatif lebih TI dalam berbagai aspek kegiatan bisnis dapat dipahami karena sebagai sebuah teknologi yang menitikberatkan pada pengaturan sistem informasi dengan penggunaan komputer, TI dapat memenuhi kebutuhan informasi dunia bisnis dengan sangat cepat, tepat waktu, relevan, dan akurat Wilkinson dan Cerullo,1997. Semua hal ini juga berlaku dalam melakukan transaksi perbankan, yang meliputi penyimpanan dana, proses pemindahan dana atau pun proses tarik tunai. Hampir setiap nasabah perbankan melakukan aktivitas perbankan mereka dengan menggunakan kemudahan yang disediakan oleh Bank, seperti pengambilan uang melalui ATM, layanan kartu debit, kartu kredit, atau yang lainnya. Bahkan nasabah seperti mememiliki cabang di tangan mereka sendiri. Penyediaan kemudahan dan layanan seperti itu secara tidak resmi memang menjadi seperti suatu keharusan bagi Bank yang berorientasi ritel dewasa ini. Bahkan nasabah yang bersifat korporasi ataupun nasabah institusi pemerintahan juga berorientasi pada kemudahan melakukan transaksi perbankan. Dalam memenuhi tuntutan' kemudahan tersebut yang diterjemahkan sebagai layanan kepada nasabahnya, tentunya Bank juga dituntut untuk mengutamakan faktor keamanan bertransaksi dengan menggunakan layanan tersebut. Salah satu faktor penting dalam memenuhi tuntutan pengamanan ini adalah dalam hal penyediaan teknologi kartu yang digunakan. Banyak kita temui bahwa penerapan sistem informasi yang dikembangkan oleh perusahaan atau perbankan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal bagi pengembangan bisnis atau kurang dapat mendukung perbaikan operasional perusahaan sebagaimana harapan awal dikembangkannya tehnologi informasi pada perusahaan tersebut, sementara biaya investasi untuk pengembangan tehnologi informasi telah dikeluarkan dengan budget yang sangat besar. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan dalam penerapan tehnologi informasi pada suatu organisasi perusahaan. Tujuan dan Rumusan Masalah Tujuan dari penulisan makalah ini mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan atau kesuksesan dalam implementasi sistem informasi pada perbankan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sistem Informasi Sistem informasi adalah sebuah sistem informasi yang mempunyai fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik Turban, McLean, dan Wetherbe, 1999. Selain itu Sistem informasi Manajemen SIM adalah serangkaian sub sistem informasi yang terintergrasi dan mampu mentransformasi data, sehingga dapat menyediakan informasi untuk mendukung kegiatan operasional, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dari suatu organisasi dan berdampak akhir pada meningkatkan produktivitas dari perusahaan. . Fungsi Sistem Informasi Sistem informasi seyogyanya mendukung strategi bisnis organisasi, proses bisnis, struktur dan budaya organisasi khususnya dalam lingkungan bisnis yang dinamis Silver,M., Markus and Cynthia 1995. Fungsi sistem informasi setidaknya mencakup a. Mendukung kesuksesan berbagai fungsi utama bisnis seperti akuntasi, finance, manajemen operasi, pemasaran dan manajemen sumber daya manusia. b. Kontributor utama dalam mendukung efisiemsi kegiatan operasional, produktifitas dan moral SDM, pemberian layanan prima pada customer dan kepuasan customer. c. Sumber Informasi utama bagi manajer dalam mendukung proses pengambilan keputusan yangefektif d. Bagian yang penting dari upaya pengembangan produk dan jasa yang kompetitif sehingga dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi organisasi dalam persaingan global. e. Bagian utama dari sumberdaya organisasi dan biayanya dalam menjalankan bisnis sehingga memerlukan pengelolaan sumberdaya yang prima. f. Kesempatan pengembangan karier yang dinamis dan menantang bagi jutaan pria dan wanita. Type Sistem Informasi Menurut O'Brien, terdapat beberapa tipe sistem informasi, yaitu 1. Sistem Informasi Penunjang Kegiatan Operasional Operation Support System. a. Sistem Pengolahan Transaksi Transaction Processing System b. Sistem Pengendalian Proses Process Control System c. Sistem Otomatisasi Kantor Office Automation System 2. Sistem Informasi Pengambilan Keputusan Management Support System. a. Sistem Informasi Pelaporan Management Information System b. Sistem Penunjang Keputusan Decision Support System c. Sistem Informasi Eksekutif Executive Information System 3. Other Systems a. Expert systems b. Knowledge Management Systems c. Strategic Information Systems. Aspek Keprilakuan Behavioral Aspect dalam Penerapan Teknologi Informasi Menurut Bodnar dan Hopwood 1995 ada tiga hal yang berkaitan dengan penerapan TI berbasis komputer yaitu ; a Perangkat keras hardware; b Perangkat lunaksoftware c Pengguna brainware. Ketiganya elemen tersebut saling berinteraksidan dihubungkan dengan suatu perangkat masukan keluaran input-output media, yang sesuai dengan fungsinya masing-masing. Perangkat keras Hardware adalah media yang digunakan untuk memproses informasi. Perangkat lunak atau software yaitu sistem dan aplikasi yang digunakan untuk memproses input untuk menjadi informasi, sedangkan pengguna brainware merupakan hal yang terpenting karena fungsinya sebagai, pengembang hardware dan software, serta sebagai operator input dan sekaligus penerima output sebagai pengguna sistem atau user. Pengguna sistem adalah manusia yang secara psikolog memiliki suatu prilaku tertentu yang melekat pada dirinya, sehinggaa spek keprilakuan dalam konteks manusia sebagai pengguna brainware TI menjadi penting sebagai faktor penentu pada setiap orang yang menjalakan TI BAB III PEMBAHASAN Penerapan Sistem Informasi Manajemen pada Perbankan Sistem informasi manajemen merupakan faktor utama yang sangat penting bagi perbankan, Sistem tehnologi informasi pada industri perbankan telah berkembang sangat pesat dimana penggunaan tehnologi informasi telah menyentuh seluruh aktivitas operasional dan bisnis di setiap lapisan jenjang pekerjaan. Bermacam-macam tehnologi informasi telah digunakan baik untuk mendukung operasional, pengembangan produk maupun untuk mendukung pengambilan keputusan manajerial. Aplikasi Teknologi Informasi Dalam Bidang Perbankan antara lain 1. Penunjang Operasional Core Banking Online Real Time. 2. Aplikasi Operasional Pembukaan Rekening. 3. Aplikasi pelaporan 4. ATM 5. Phone Banking 6. Internet Banking 7. SMS/m-Banking 8. E-Cash atau uang elektronik Dan masih banyak lagi aplikasi-aplikasi tehnologi informasi yang digunakan pada industri perbankan yang sangat kompleks sehingga dapat dikatakan industri perbankan adalah merupakan industri yang disetiap aktivitasnya menggunakan basis sistem informasi tehnologi. Tetapi hal yang perlu diperhatikan bahwa penggunaan tehnologi informasi yang bermacam-macam sesuai fungsi dan penggunaannya pada industri perbankan tidak jarang merupakan tehnologi informasi yang tidak atau kurang terintregasi satu sama lain yang menyebabkan kurang optimalnya penerapan tehnologi informasi tersebut karena masing-masing aplikasi menggunakan basis tehnologi informasi yang berbeda-beda. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Penerapan Sistem Informasi Manajemen Seperti telah dijelaskan pada sebelumnya bahwa Teknologi informasi berperan sebagai alat yang dapat menyediakan informasi untuk mendukung kegiatan operasional, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dari suatu organisasi dan berdampak akhir pada meningkatkan produktivitas dari perusahaan. Selain itu Faktor manusia akan sangat menentukan kebaikan dan kegunaan teknologi tersebut. Untuk itu, pengembangan sistem informasi membutuhkan suatu teknik dan perencanaan yang baik agar sistem yang dikembangkan tersebut dapat berjalan dan berfungsi secara efektif dan efisien serta tidak mengalami kegagalan. Terdapat beberapa faktor penentu kegagalan dan keberhasilan dari implementasi sistem informasi di suatu perusahaan O'Brien, 2005. 1. Keterlibatan End User Tidak jarang tehnologi informasi yang digunakan tidak sesuai dengan proses bisnis yang terjadi dilapangan sehingga tehnologi informasi kurang bermanfaat. Dikarenakan kurangnya peran aktif dari user atau pengguna yang kurang efekltif. 2. Dukungan Manajemen Eksekutif Dukungan manajemen eksekutif merupakan faktor penting untuk proses keberhasilan dalam penerapan sistem tehnologi informasi yang akan digunakan oleh organisasi perusahaan karena akan berperengaruh kepada konsistensi penerapan tehnologi informasi tersebut, tidak jarang tehnologi informasi yang telah dikembangkan dengan biaya yang sangat besar dan menggunakan tehnologi paling mutahir sekalipun namun tidak dimanfaatkan dengan baik karena kurangnya dukungan manajemen eksetukitf dalam implementasinya dan beralih kepada tehnologi informasi yang lain. 3. Kejelasan Pernyataan Kebutuhan Antara penyedia jasa tehnologi informasi vendor dengan user perusahaan pengguna tidak tercapai titik temu dalam merumuskan tehnologi informasi yang tepat yang dapat digunakan oleh user perusahaan pengguna sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik operasional perusahaan pengguna tehnologi informasi tersebut. Hal ini dapat disebabkan oleh ketidakjelasan dalam pernyataan kebutuhan akan tehnologi informasi seperti apakah yang dibutuhkan oleh perusahaan sehingga menyebabkan tehnologi informasi yang telah dibeli kurang dapat diaplikasikan secara optimal dalam mendukung operasional maupun bisnis perusahaan. Namun tidak jarang ketergantungan user perusahaan pengguna dalam implementasi tehnologi informasi kepada vendor sangat besar dan memerlukan biaya yang besar pula untuk penyempurnaan maupun pengembangannya agar tehnologi informasi tersebut benar-benar dapat digunakan secara optimal. 4. Perencanaan Yang Matang dan Tepat Perencanaan strategic yang matang dan tepat dalam penggunaan tehnologi informasi merupakan faktor yang sangat penting dalam implementasi sistem informasi tehnologi yang akan digunakan. Dengan demikian perusahaan akan dapat menentukan arah kebijakan tehnologi informasi yang tepat dalam rangka mendukung operasional, pengembangan bisnis maupun upaya memenangkan persaingan bisnis dan menciptakan competitif adventage dari penerapan tehnologi informasi tersebut. 5. Harapan yang Realistik Setiap organisasi perusahaan mengharapkan bahwa dalam penerapan sistem informasi tehnologi yang akan memberikan nilai tambah yang lebih baik dibandingkan sebelum digunakannya sistem informasi tehnologi, tidak jarang tehnologi informasi yang telah dibeli dengan biaya yang sangat besar kurang sesuai dengan harapan perusahaan dalam rangka meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasional perusahaan, menunjang pengembangan bisnis maupun menciptakan kompetitif adventage bagi perusahaan. Faktor yang Mempengaruhi Kegagalan Penerapan Sistem Informasi Manajemen 1. Kurangnya Input dari End User 2. Tidak Lengkapnya Pernyataan Kebutuhan dan Spesifikasi serta Senantiasa Berubah-ubah 3. Kurangnya Dukungan Manajemen Eksekutif 4. Inkompentensi Tehnologi Kemudahan Penggunaan yang dipersepsikan Perceived ease ofuse Davis, 1989 mendefinisikan kemudahan penggunaan easeof use sebagai suatu tingkatan dimana seseorang percaya bahwa komputer dapat dengan mudah dipahami. Menurut Goodwin 1987; Silver 1988; dalam 1992 ,intensitas penggunaan dan interaksi antara pengguna user dengan sistem juga dapat menunjukkan kemudahan penggunaan. Sistem yang lebih sering digunakan menunjukkan bahwa sistem tersebut lebih dikenal, lebih mudah dioperasikan dan lebih mudah digunakan oleh definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kemudahan penggunaan akan mengurangi uha baik waktu dan tenaga seseorang didalam mempelajari komputer. Perbandingan kemudahan tersebut memberikan indikasi bahwa orang yang menggunakan TI bekerja lebih mudah dibandingkan dengan orang yang bekerja tanpa menggunakan TI secara manual. Pengguna TI mempercayai bahwa TI yang lebih fleksibel, mudah dipahami dan mudah pengoperasiannya compartible sebagai karakteristik kemudahan penggunaan. 1989 memberikan beberapa indikator kemudahan penggunaan TI antara lain meliputi 1 Komputer sangat mudah dipelajari, 2 Komputer mengerjakan dengan mudah apa yang diinginkan oleh pengguna 3 Keterampilan pengguna bertambah dengan menggunakan komputer 4 Komputer sangat mudah untuk dioperasikan. Untuk variabel kemudahan pemakaian, Iqbaria 1994 juga telah menguji dalam studinya apakah penerimaan penggunaan mikro komputer dipengaruh ioleh kemudahan penggunaan yang diharapkan oleh sipengguna atau karena tekanan sosial. Temuan studi Iqbaria 1994 membuktikan bahwa TI digunakan bukan mutlak karena adanya tekanan sosial, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan TI bukan karena adanya unsur tekanan, tetapi karena memang mudah digunakan. Berdasarkan telaah teoritis dan hasil-hasil pengujin empiris diatas, dapat disimpulkan bahwa penerimaan penggunaan TI juga turut dipengaruhi oleh kemudahan penggunaan TI, ini merupakan refleksi psikologis pengguna yang lebih bersikap terbuka terhadap sesuatu yang sesuai dengan apa yang dipahaminya dengan mudah. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN Penggunaan sistem tehnologi informasi merupakan hal yang sangat penting dan mutlak dilakukan oleh setiap organisasi perusahaan terutama industri perbankan yang sarat dengan teknologi informasi dalam setiap aktivitas operasional maupun pengembangan bisnisnya. Budaya Perusahaan dan perilaku karyawan end user merupakan faktor yang penting dalam pengembangan dan implementasi sistem informasi terhnologi yang digunakan perusahaan, sebaik apapun tehnologi informasi yang digunakan apabila tidak diikut dengan perubahan budaya dan perilaku pada penggunanya maka teknologi informasi yang digunakan akan menjadi kurang bermanfaat. Persepsi para personil orang-orang yang terlibat dalam implementasi sistem akan berpengaruh pada akhir suatu sistem, apakah sistem itu berhasil atau tidak, dapat diterima atau tidak, bermanfaat atau tidak jika diterapkan. Pada penerapannya sistem informasi tehnologi harus dilakukan secara baik dan hati-hati dengan memperhatikan perencanaan yang matang dan tepat, budaya perusahaan, perilaku karyawan dalam penggunaan tehnologi dll sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal bagi perusahaan pada industri perbankan. DAFTAR PUSTAKA O'Brien JA and George Marakas. 2009. Management Information System. Ninth Boston. Bodnar H George and Hopwood William. Accounting Information System, edisi bahasa Indonesia, oleh Amir Abadi Jusuf dan Rudi M Tambunan, buku satuedisi keenam,PenerbitSalemba Empat, Jakarta. O'Brien, James A. 2005. Introduction to Information Northern Arizona. Trisnawati " Pertimbangan prilaku dan faktor penentu keberhasilanpengembang sistem informasi " Jurnal kajian bisnis, edisi September ,Yogyakarta " Technology Acceptance Model TAM dan Theory of Planned BehaviorTPB, aplikasinya dalam pengunaansoftware auditoleh Auditor", JurnalRiset Akuntansi Indonesia September 332-354. Yogyakarta Kelebihan Sistem Informasi Manajemen Didalam sebuah Sistem Informasi Manajemen terdapat kelebihan-kelebihan yaitu terdiri dari 1. Meningkatkan efisiensi operasional Investasi di dalam teknologi sistem informasi dapat menolong operasi perusahaan menjadi lebih efisien. Efisiensi operasional membuat perusahaan dapat menjalankan strategi keunggulan biaya low-cost leadership. Dengan menanamkan investasi pada teknologi system informasi, perusahaan juga dapat menanamkan rintangan untuk memasuki industri tersebut barriers to entry dengan jalan meningkatkan besarnya investasi atau kerumitan teknologi yang diperlukan untuk memasuki persaingan pasar. Selain itu, cara lain yang dapat ditempuh adalah mengikat lock in konsumen dan pemasok dengan cara membangun hubungan baru yang lebih bernilai dengan mereka. 2. Memperkenalkan inovasi dalam bisnis Penggunaan ATM automated teller machine dalam perbankan merupakan contoh yang baik dari inovasi teknologi sistem informasi. Dengan adanyaATM, bank-bank besar dapat memperoleh keuntungan strategis melebihi pesaing mereka yang berlangsung beberapa tahun. Penekanan utama dalam sistem informasi strategis adalah membangun biaya pertukaranswitching costs ke dalam hubungan antara perusahaan dengan konsumen atau pemasoknya. Sebuah contoh yang bagus dari hal ini adalah system reservasi penerbangan terkomputerisasi yang ditawarkan kepada agen perjalanan oleh perusahaan penerbangan besar. Bila sebuah agen perjalanan telah menjalankan sistem reservasi terkomputerisasi tersebut,maka mereka akan segan utnuk menggunakan sistem reservasi dari penerbangan lain. 3. Membangun sumber-sumber informasi strategis. Teknologi sistem informasi memampukan perusahaan untuk membangun sumber informasi strategis sehingga mendapat kesempatan dalam keuntungan strategis. Hal ini berarti memperoleh perangkat keras dan perangkat lunak, mengembangkan jaringan telekomunikasi, menyewa spesialis sistem informasi, dan melatih end users. Kelemahan Sistem Informasi Manajemen Dapat memberikan dampak bagi lingkungan sosial seperti pengurangan tenaga kerja, sehingga dapat menambah angka pengangguran. Fungsi manusia sebagai tenaga kerja banyak tergantikan oleh teknologi-teknologi yang ada, karena dengan teknologi tersebut perusahaan merasa lebih di untungkan, sehin. Selain itu dengan adanya Sistem Informasi Manajemen tersebut membuat ketergantungan manusia terhadap Sistem Informasi Manajemen tersebut, sehingga mengesampingkan rasionalitas manusia itu sendiri.

kelebihan dan kekurangan sistem informasi manajemen